Stok Darah di PMI Bontang Kian Menipis
1 menit baca1.096 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG- Kondisi pandemi Covid-19 membuat masyarakat takut untuk melakukan donor darah.
Hal itu terbukti dengan perolehan darah dari para pendonor yang menurun sejak pandemi berlangsung tahun lalu
Salah satu staf humas PMI, Ashar, mengatakan jika sebelum Covid-19 stok darah perbulan bisa mencapai 300-400 kantong sementara selama pandemi hanya mencapai 200-an kantong perbulan. “Bahkan stok darah kami pernah hanya seratus tujuh puluh kantong saja,” ungkap Ashar pada Jumat, (16/4/2021) hari ini.
Jumlah kantong darah untuk golongan darah B dan O sedang menipis. Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Bontang, dr. Jayadi, Sp. PK mengatakan jika menipisnya darah paling tinggi terjadi di Bulan Desember 2020-Februari 2021.
Ini disebabkan karena adanya kenaikan permintaan darah, sedangkan jumlah para pendonor belum ada peningkatan.
Jayadi yang juga Penanggung Jawab Bank Darah di RSUD Bontang mengatakan jika stok darah di RS ini juga ikut terimbas. “Sebelum covid, sekitar seratus dua puluh kantong perbulan, semenjak covid enam puluh hingga tujuh puluh kantong saja perbulan,” ujar Jayadi
Selain ketakutan masyarakat terhadap pandemi, adanya pembatasan kegiatan masyarakat juga berperan dalam penurunan ini.
Diakui Jayadi jika sebelum masa pandemi, terdapat satu mobile unit yang selalu beroperasi untuk menghimpun darah dari para pendonor melalui event donor darah. “Semenjak Covid kami tiadakan sementara,” ungkapnya.
Penulis : Choirun Nisa’
Editor: Aspian Nur









