Arum sendiri tinggal sebuah rumah yang berada di kawasan kebun di Jalan Jenderal Soedirman RT 09, RW 04, No 01, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang.
Keponakan almarhum berinisial ES kepada korankaltim.com menjelaskan dirinya sudah tak pernah melihat Arum sejak usai salat Jumat tanggal 9 April lalu. "Biasanya almarhum salat di masjid paling depan," kata ES.
ES yang usianya terpaut 11 tahun lebih muda dengan Arum kemarin berniat mencari buah di kebun dimana rumah almarhum berada.
Namun ES melihat rumah yang ditinggal Arum tertutup rapat dan mengira yang bersangkutan pergi menjenguk anaknya di Balikpapan.
“Empat hari terakhir saya sering memanggil dia dari luar rumah namun taka da jawaban,” sebut ES.
Karena curiga ES mengajak MSA, putranya berusia 21 tahun untuk melihat lebih dekat rumah almarhum petang kemarin pukul 18.00 WITA. Saat membuka kamar mandi yang berada di belakang dan terpisah dari rumah, ternyata Arum ada disitu dalam kondisi meninggal dunia dan sudah membusuk.
ES dan anaknya langsung memanggil ketua RT dan selanjutnya melaporkannya ke polisi.
Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Marten Lalloesa mengatakan saat ini jenazah almarhum sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
“Almarhum sudah tinggal di rumah yang ada di kawasan kebun itu selama 30 hari sebagai penjaga tanah. Beliau juga diketahui memiliki riwayat penyakit stroke,” jelas Lalloesa.
Penulis : Choirun Nisa'
Editor: Aspian Nur