Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Refocusing saat ini lebih dahulu akan menyasar pada penanggulangan penyebaran Covid-19 dan proses vaksinasi. “Diharapkan selesai pada tahun 2021,” ujarnya pada (8/4/2021). Setelahnya, refocusing akan menyasar pada proses pemulihan ekonomi. “Hal ini penting, agar dampak Covid 19 dapat diminimalisir, khususnya terhadap potensi peningkatan pengangguran dan kemiskinan dan dampak sosial lainnya,” ungkap Syahrudin, (8/4/2021).
Laki-laki yang merupakan anggota dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) ini juga mengungkapkan adanya kendala lain yang dihadapi pada Tahun 2021, yaitu merupakan tahun pertama penyusunan dan penatausahaan keuangan, dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurut Syahrudin, SIPD ini 100 persen belum fungsional, karena masih menemui banyak kendala. “Hal ini tentu menghambat proses belanja pembangunan untuk kebutuhan pelaksanaan program dan kegiatan,” tandasnya pada (8/4/2021).
Menyikapi hal itu, Syahrudin mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bontang mengambil sebuah kebijakan untuk menggunakan kembali aplikasi e-finance yang selama ini digunakan sebagai proses penatausahaan keuangan. “Kebijakan ini juga merupakan strategi agar proses belanja pembangunan tetap dapat berjalan tanpa harus menunggu aplikasi SIPD siap 100 persen untuk digunakan”, ujarnya pada (8/4/2021).
Selaras dengan pernyataan Syahrudin, Plh Walikota Aji Erlynawati pada Selasa, (6/4/2021) juga mengungkapkan bahwa kebijkan refocussing saat ini lebih jelas arahnya. “Tahun lalu tidak ada guidance, sekarang sudah jelas peruntukannya mana aja”, ungkapnya. Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa saat ini lebih fokus untuk supporting vaksinasi dan posko-posko di setiap kelurahan.[]
Penulis : Choirun Nisa’
Editor : Rusdi