Oleh karena itu, pemerintah dan anggota legislatif beberapa kali mewacanakan untuk melakukan pengadaan hidran yang akan dipasang di beberapa titik di Bontang Kuala. Namun hingga saat ini wacana tersebut masih belum direalisasikan. Padahal Lurah Bontang Kuala Rony Apriansyah menyatakan telah membahas hal tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).
“Mungkin pengadaan hidran ini juga masih harus difikirkan secara teknis, kenapa?, hidran ini kan bicara pipa besi, harus nempel ditempat yang kuat,” ujar Rony. Ia juga mengatakan pada saat laut pasang, ada kemungkinan hidran akan terhempas dan mengalami korosi mengingat sifat air laut yang asin.
Plh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengatakan Sabriansyah di Selambai, kelurahan Loktuan, pada tahun 2020 lalu telah dipasang hidran kering sebanyak empat unit. “Memang Pemkot sudah komitmen terhadap prosedur bahwa semua fasilitas sedikit demi sedikit di penuhi, sejalan, seiring dengan APBD yang ada”, ujarnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan jika ada kebutuhan yang mendesak, pihaknya telah memiliki solusi yang sifatnya sesaat. “Menggunakan floating pump,” tegasnya. Floating pump sendiri adalah pompa penyedot air yang bisa mengapung. ia juga menegaskan bahwa floating pump akan susah digunakan ketika air laut sedang surut.
Anggota komisi 1 DPRD Kota Bontang, Maming, SH mengatakan bisa saja sudah dianggarkan, namun karena masalah pandemi covid-19, "Mungkin tadinya sudah direncanakan terus ada refocussing,” bebernya saat disinggung terkait masalah pengadaan hidran di Bontang Kuala pada Selasa, (6/4).
Hal senada diungkapkan anggota DPRD Kota Bontang Junaidi yang mengatakan tak ada anggarannya karena ada recofussing Rp172 miliar untuk kesehatan. "Karena ini peraturan menteri keuangan untuk merecofussing anggaran,”.
Penulis : Choirun Nisa
Editor : Bambang Irawan