Rencananya, pihaknya akan melakukan survei, guna memastikan apakah buaya yang menyerang bocah itu, merupakan buaya yang kerap muncul di kawasan Selambai Loktuan. "Jika diperlukan, kami akan lakukan penanganan, menangkap buaya dan memindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman," ucap Rido dikonfirmasi media ini, Jumat (1/1/2021).
Disamping itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar mematuhi plang yang telah dipasang disetiap sudut pesisir di kawasan Selambai. Menurutnya, saat ini hal itu yang lebih efektif untuk menghindari konflik dengan Predator air ini. "Karena, kami duga dikawasan itu memang merupakan ekosistem mereka," kata dia.
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat beberapa faktor yang diduga menyebabkan penampakan buaya di kawasan pemukiman warga, khususnya di pesisir Selambai. "Karena bisa jadi makanan mereka berkurang, karena di situ kan sudah banyak pembangunan. Mulai dari rumah warga dan perusahaan," katanya.
Selain itu, ia juga memperkirakan buaya-buaya tersebut berkembang biak, "Ada kemungkinan jumlahnya bertambah," ucapnya. Menurutnya, saat ini masyarakat harus mulai membiasakan diri. Misalnya, dengan cara menahan diri untuk tidak berenang. "Karena untuk sekarang, beradaptasi dengan keadaan yang bisa dilakukan," jelasnya.
Ditanya soal penangkaran buaya, yang belakangan muncul sebagai wacana solusi untuk kasus itu, Rido menilai hal itu belum efektif. "Kalau penangkaran, itu juga susah. Selain memakan cost (biaya) yang tidak sedikit, kawasan itu juga diduga memang menjadi habitat asli dari buaya ini," tandasnya.[]
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi