Lurah Bontang Lestari Usman menjelaskan hal ini kepada korankaltim.com pagi tadi. Menurutnya, staf tersebut memang tak memiliki riwayat ke luar daerah namun bergejala yang mirip dengan Covid-19 sejak pekan lalu, apalagi istri dari staf tersebut merupakan tenaga kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan yang terkonfirmasi positif corona sejak dua bulan lalu. “Kami lock down 14 hari ke depan,” tegas Usman.
Pihaknya pun terpaksa harus melakukan tracking sejak Jumat (11/12/2020) pekan lalu termasuk staf yang berada satu ruangan. "Ada 24 staf termasuk petugas jaga malam dan kebersihan yang ada di Kelurahan Bontang Lestari akan menjalani rapid tes," sebut Usman.
Usman berharap hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. "Jangan sampai terjadi hal yang mengkhawatirkan, apalagi klaster baru,” ujarnya.
Untuk tetap memberikan pelayanan, Kelurahan akan memaksimalkan pelayanan melalui komunikasi seluler. "Kalau pelayanan online tetap tidak bisa dilakukan, mengingat tidak ada petugas yang berjaga di kantor kelurahan jadi pakai telepon biasa," tutupnya. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur