"Insyaallah Januari 2021 secara bertahap akan dibuka kembali," ujar Saparudin, kepada korankaltim.com, Rabu (25/11/2020).
Untuk jenjangnya, Saparudin menjelaskan, dipilih sistem kelas . Yakni, kelas yang krusial dipilih, seperti kelas V dan kelas VI SD, untuk jenjang SMP dipilih kelas VIII dan IX.
"Mulai Paud sampai SMP, akan kembali belajar tatap muka. Khusus untuk Paud, kemungkinan per rombel (rombongan belajar) hanya diisi maksimal 5 anak, sementara untuk SD dan SMP juga akan dibagi 2 rombel kelasnya, dan lama belajarnya pun hanya sampai 2 jam, karena tanpa istirahat," jelasnya.
Lebih lanjut, ia merinci nantinya per rombel di bagi 2, misal kelas IXA jumlah siswa 36 di bagi 2 menjad IX A1, dan IX A2, dengan sistem shift demikian seterusnya.
Kesepakatan tatap muka ini, kata Saparudin, akan dikembalikan kepada orangtua masing-masing. "Sekolah akan memberikan angket ke ortu siswa, setuju atau tidak, jika yang setuju maka akan dilakukan belajar tatap muka, jika yang tidak maka akan tetap diberlakukan daring," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, semua juga tergantung dengan kesiapan sekolah masing-masing.
Penulis : Cholisoh
Editor : Rusdi