“Yang di Belakang SMKN 1 itu, kami punya sinyal untuk lahan tersebut,” kata Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, dijumpai di tengah Kegiatan kunjungan lapangan, Selasa, (17/11/2020).
Ia meyakini, lahan tersebut merupakan tempat yang strategis. Apalagi, terdapat akses masuk yang cukup memadai. Untuk itu, kata Amir, dewan akan segera menggiring potensi itu ke pemerintahan, agar cepat terealisasi.
“Tapi kami akan telusuri dulu seluk beluk lahan, dikhawatirkan nanti ada gesekan, kami akan panggil untuk mencari solusinya. Kemungkinan akan di RDP (Rapat Dengar Pendapat) kan. Dua minggu ke depan,” lanjutnya.
Soal harga, pihaknya mendorong ada “Nego-nego”. Ia berharap agar pemilik lahan tidak mematok harga yang terlalu tinggi.
“Karena ini kan juga untuk kemaslahatan umat,” imbuhnya.
Gayung bersambut, pemilik lahan tak mempersoalkan tentang harga. Kuasa Pemilik Lahan, Tauhid Baharuddin mengatakan, pihaknya akan menyerahkan persoalan harga kepada pemerintah. Baik lewat appraisal (penilaian) dari pemerintah, atau musyawarah mufakat dengan pemilik lahan.
“Rencananya itu ada 4,4 hektar yang akan kami serahkan ke pemerintah. Kalau terkait harga, kami serahkan ke pemerintah. Metodenya tergantung mau pake appraisal, atau musyawarah mufakat dengan kami, itu tidak masalah,” tandasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi