Lurah Bontang Kuala, Rony Apriansyah mengungkapkan, saat air pasang, warga bahkan harus melewati trotoar kayu. Keresahan itu pun sudah kerap ditumpahkan saat digelarnya Musrembang dan menjadi prioritas untuk diatasi.
"Setiap musrenbang ini selalu jadi prioritas karena kalau sudah bulan purnama itu jadi tanda, kalau banjir rob pasti menggenangi jalan ini," kata Rony, saat mengikuti kegiatan Sidak Titik Banjir, Senin (31/8/2020) pagi tadi.
Warga Bontang Kuala tak meminta banyak, hanya berharap jalan ditinggikan agar masyarakat tak perlu lewat di trotoar, saat air rob mulai naik. Apalagi, trotoar kayu pun dinilai berbahaya, untuk pengendara. "Kami berharap, setelah sidak ini ada realisasi," harapnya.
Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad, meminta dinas terkait berkoordinasi dengan Provinsi. "Ini kan jalan provinsi, jadi kami minta agar pemerintah juga segera berkoordinasi dengan Provinsi," kata Samad. (*)
Penulis: Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur