Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Ahmad Yani menjelaskan, kebakaran berlangsung sekitar dua jam, sejak pukul 03.15 WITA hingga pukul 05.00 WITA.
Dari data sementara rumah yang rusak berat di RT.15 milik 8 orang, yakni milik Nurhaeda, H Jamalu ada 11 petak, H Siraju ada 4 petak, Syamsidar ada 4 petak, H Suleha, Ilham ada 2 petak, Hj Pade dan Ono ada 5 petak. Sementara di RT 33 ada 5 petak miik Armin, dan kondisi rusak ringan di RT.33 ada rumah warga milik Wahuna, Hj Nani dan Irwan.
“Semua sumber data rumah yang terbakar kami terima dari Sekretaris RT.15 ibu Nurhayati,” ujar Ahmad Yani Rabu (12/8/2020) pagi tadi.
BPBD menurunkan satu unit mobil komando, 1 unit mobil tangki air milik BPBD, 2 unit fire truk dari PMK, 1 unit mobil tangki air dari PKT, 1 unit mobil water canon dari Polres Bontang, 1 unit mobil ambulance dari Dinas Kesehatan dan 1 unit ambulans dari PMI untuk mengatasi kebakaran ini.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya satu warga yang mengalami luka bakar dan sudah ditangani Tim Dinkes Bontang.
Rata-rata korban kebakaran tidak bisa menyelamatkan barang berharganya, karena api begitu cepat menyebar dan membesar.
“Semua barang ludes, nggak ada yang bisa diselamatkan,” ujar Rita. Untung saja, saat kejadian ia tidak berada di lokasi, karena sedang di rumah sakit habis melahirkan. “Saya baru saja melahirkan Selasa, jadi cuma baju yang saya bawa ke rumah sakit saja yang selamat,” ujar Rita yang rumahnya ikut dilalap api. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur