Bantuan Pemerintah Kota Bontang ini meringankan beban orangtua murid karena tak perlu merogoh kocek pribadi sebesar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu untuk sekali rapid test. "Alhamdulillah Pemkot Bontang sudah menyiapkan delapan asrama mahasiswa di Samarinda untuk calon mahasiswa yang ikut UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), disamping itu test rapid gratis bagi mahasiswa yang ikut UTBK di Unmul," kata Neni.
Bunda Nenj, sapaan akrabnya, mengatakan kalau menggratiskan rapid test bagi anak-anak yang akan melanjutkan kuliah diluar Bontang, dilakukan untuk membantu meringankan beban orangtua mereka. "Saat ini dengan Pandemi Covid-19, berdampak multisektor termasuk ekonomi, dan persyaratan harus test rapid oleh kampus-kampus di sana, membuat banyak orangtua yang mengeluh, terbentur biayanya. Saya harap anak-anak calon mahasiswa bisa tetap semangat dan lulus UTBK," ujar Neni lagi.
Kebaikan pemkot ini mendapat respons positif dari orangtua siswa. Ada yang memposting rasa senang mereka di media social. Satu dari sekian orangtua yang senang adalah Fachri Syamdoni. Fachri menulis di medsos suka citanya atas adanya rapid test. "Betul-betul hari ini Jumat berkah bagi dunia pendidikan di Kota Bontang. Kebanggaan tersendiri saya ditelepon Wali kota Bontang, Beliau bilang jangan sampai ada yang terhalang cita-citanya untuk kuliah, hanya karena rapid test yang mahal. Alhamdylillah terbantu sekali hari ini ada 170 yang dirapid dan gratis. Walaupun hari ini belum semua, karena informasi pelaksana UTBK yang dadakan," tulis Fachri. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur