Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Bahauddin menjelaskan Rabu (17/6/2020) malam tadi dan hari ini, tim mendapatkan ada tiga hasil laboratorium terkonfirmasi positif.
“Satu orang dengan KTP Bontang tapi domisili di Kutai Timur, sehingga tercatat sebagai kasus di Kutim. Sementara 2 orang yang terkonfirmasi adalah tenaga kerja yang didatangkan ke Bontang yang selanjutnya, disebut kasus 14BTG dan 15BTG,” ujar Bahauddin.
Penambahan dua orang konfiimasi positif sudah dirawat di RS Swasta. Penjelasan dengan kasus 14 BTG, jenis kelamin laki-laki, usia 51 tahun asal Sidoarjo, datang ke Bontang untuk tujuan pekerjaan.
“Sebelum ke Bontang kasus 14 BTG ini, tgl 3 Juni sudah dilakukan swab di RS Pertamina SBY, 5 Juni Swab keluar hasilnya negative, 8 Juni ke Bontang berangkat taksi online bandara Juanda, maskapai berangkat jam 10 WIB, satu pesawat dengan 15 BTG, tiba di APT Pranoto, pukul 13 WITA. Menggunakan travel Innova, bersama supir,” jelasnya.
Sebelum masuk hotel yang difasilitasi perusahaan, dilakukan karantina isolasi 14 hari di hotel, 15 Juni 2020, ada keluhan demam, batuk, sakit kepala, nyeri perut dan diperiksa, dirawat, RS swasta ditetapkan ODP. Pada 15 Juni dilakukan Swab, dan 18 Juni hasilnya positif swab.
“Saat ini masih dirawat di RS Swasta dalam kondisi baik, sudah diakukan tracing dengan kontak. Zona hitam di Jatim, memiliki keluarga yang baru meninggal, namun diketahui statusnya tidak sempat di swab,” papar Bahauddin.
Untuk 15 BTG, laki-laki usia 54 tahun, asal Sidoarjo, datang ke Bontang untuk kerja di Bontang. “3 Juni swab, 5 Juni keluar hasil negative. 8 Juni ke Bontang , pada 15 Juni ngeluh demam, sakit kepala, dan ditetapkan status ODP dan pada 15 Juni dilakukan Swab, dan 18 Juni hari ini hasilnya positif,” jelasnya.
Bahauddin menyebut saat ini Bontang sendiri dalam fase new normal. “Kemarin kami sudah memantau, memonitor dan membina tapi warga tidak menjalankan protocol yang baik, karena itu kami harap kerjasama dengan pelaku usaha, café, restaurant, hotel, tempat umum, toko, pasar,” harap Baharuddin.
Menurut Bahauddin, nyaman tidaknya melakukan aktifitas sebagai pelaku usaha, tergantung disiplin tidaknya melakukan protokol kesehatan. “Pilihlah tempat-tempat yang jalani protokol kesehatan dengan baik. Imbau pelaku usaha untuk senantiasa memberikan pencerahan kepada pengunjung untuk menjalankan protocol kesehatan dengan baik,” sebutnya lagi. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur