Dalam kunjungannya tersebut, Neni menyerahkan bantuan sebanyak 20 unit tong sampah dan mengajak warga untuk terbiasa dengan pola hidup bersih, salah satunya dengan tidak membuang atau mengotori laut dengan sampah rumah tangga.
"Nanti ada petugas yang mengambil sampah pada tong-tong yang telah dibagikan atau bisa juga apabila ada warga setempat yang ingin mengelola. Yang pasti warga Tihi-Tihi tidak lagi membuang sampah langsung ke laut," ujar Neni kepada korankaltim.com.
Menurutnya menjaga laut agar tidak tercemar dari persoalan sampah adalah tugas bersama. Untuk itu Neni yang mengenakan rompi coklat kembali mengingatkan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke laut.
"Saya mendengar informasi disini (Kampung Tihi-Tihi), ada warga membuang sampah ke laut, jadi hari ini saya serahkan 20 tong sampah. Karena laut bukan tempat sampah, laut tempat hidupnya biota laut, kasihan ikan bisa tercemar jika makan plastik," ujar Neni.
Ia pun menambahkan, Indonesia diketahui sebagai negara menyumbang sampah plastik terbesar di dunia."Ini prestasi yang memalukan. Ikan makan mikro plastik, lalu kita makan ikan, dan bahayanya insiden kanker terbesar salah satunya mikro plastik. Karena itu saya meminta kesadaran warga agar tidak lagi membuang sampah ke laut," pungkasnya.
Penulis: Cholisoh
Editor: Desman Minang