"Tadi malam kami lakukan rapid test lagi di pasar malam Berbas Tengah, X-Toys Gunung Sari, Cafe-cafe di Satimpo dan sorenya di pasar Tanjung Limau," ujar Neni Moerniaeni, Rabu (20/5/2020) tadi saat memberikan sambutan di acara penyerahan para mubaliq, imam masjid musola, marbot, mualaf dan HMTB di Pendopo Rumjab Wali Kota Bontang.
Dari hasil rapid tersebut dikatakan Neni, ada 8 orang terkonfirmasi reaktif samar. Pada Selasa (19/5/2020), sudah ada 18 orang juga terkonfirmasi reaktif samar, saat dilakukan rapid test di Ramayana, Pasar Rawa Indah, Telihan dan Loktuan. Jadi total dalam sehari di tempat tempat keramaian ada 26 orang reaktif samar.
Terhadap yang reaktif samar, Neni mengatakan mereka akan dilakukan rapid test kembali. "Yang 8 orang reaktif tadi harus diulang karena rapid samar-samar, termasuk yang pagi nya ada 18 orang," kata Neni.
Neni meminta kepada masyarakat Bontang untuk tetap jaga jarak. "Tetap jaga jarak, harus sosial distancing. Kita tidak mau terjadi trasmisi local karena itulah kami akan lakukan tracing," ungkapnya.
Neni berharap, semoga Bontang tidak ada transmisi lokal, karena Bontang diapit daerah-daerah transmisi lokal. "Mudahan Bontang menjadi kota pertama di Kaltim yang keluar dari Covid-19," kata Neni. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur