Kedatangan rapid test ini membuat Tim Gugus Percepatan dan Penangan Covid-19 Bontang lebih mudah mendeteksi dan memutus rantai penyebaran virus corona. Neni bilang bakal melakukan rapid test massal.
Sasaran pertama yang dilakukan rapid test adalah guru ngaji se Kota Bontang. Ada 117 guru ngaji di Bontang sudah menjalani rapid test, dan hasilnya semua non reaktif. "Waktu pembagian bantuan sembako juga dilakukan rapid test, hasilnya non reaktif juga," ujar Neni.
Bakal ada rapid test massal dan sebagai evaluasi untuk bisa salat Idul Fitri di masjid.
"Rapid test ini agar semua bisa salat Ied di mesjid, inshaa Allah dengan protokol kesehatan, termasuk menyasar titik keramaian," ujar Neni.
Rencananya mulai besok, Tim Gugus bakal melaksanakan rapid test di mal, pasar tradisional hingga kafe. Ini sebagai bentuk mengikis pandemi corona. "Besok, Kami juga bisa jadwalkan wartawan untuk rapid test karena profesi ini sering bersentuhan dengan publik," sebut Neni.
Rapid test memang tidak menjadi patokan positif Covid-19. Karenanya setelah dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif maka yang bersangkutan akan menjalanin tes swab untuk memastikan.
Neni juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah, seperti menggunakan masker dan berjaga jarak dengan Iainnya. Rapid test akan terus dilakukan di tempat-tempat pusat keramaian yang masih beroperasi selama Bontang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk dilakukan screening awal. (*)
Penulis: Cholisoh
Editor: Aspian Nur