Hal inipun dibenarkan oleh pelaku. Menurutnya, sebenarnya jimat yang ia peroleh dari guru saat di Kalsel adalah untuk kebal. Karena dulu ia adalah tukang parkir.
Dan ternyata, ajian atau amalan alias jimat yang ia peroleh terbukti keampuhannya, ia kebal ditusuk, kebal benda tajam, bahkan bisa membuka borgol, termasuk orang menjadi kasihan dan menurut sama dia.
Karena keampuhan ajian ini, pelaku yang ternyata warga desa Sabuntal Kutai Kartanegara ini, menjadi ketagihan dan melakukan penggelapan motor sejak 2009 lalu hinga saat ini. Namun karena mengamalkan ilmu hitam ini anaknya lahir cacat.
"Saya menyesal, anak saya lahir cacat matanya keluar, saya nyesal," kata Nuriadi.
Pelaku yang ditangkap Polres Bontang pada 2 Mei 2020 di Samarinda Utara ini, mengatakan, saat ini amalannya sudah dibuang gara-gara ditangkap oleh Polres Bontang.
"Sumpah sudah saya buang amalannya. Disuruh sama bapak itu," ujarnya, sembari menunjuk anggota polisi dari tim Rajawali Bontang. "Saya tobat sekarang, beneran saya tobat, nggak mau pakai jimat gitu lagi, anak saya yang jadi korban, cacat dia," ujarnya, terlihat matanya mulai memerah berair. (*)
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur