Sehingga wajar jika tidak mengcover keseluruhan jumlah terdampak Covid-19 di Kota Taman itu.
Karena itulah Pemkot Bontang menggulirkan bantuan sembako yang sasaran utamanya warga yang masih beljm tercover seperti supir atau driver yang biasanya melayani penumpang keluar kota Bontang.
Karena itulah Senin (4/5/2020) tadi Pemkot Bontang menyerahkan bantuan sembako kepada 72 supir travel yang tergabhng dalam Asosiasi Travel Bontang (ATB). Ada 150 supir yang mendapatkan bantuan tersebut namun setelah diverifikasi, jumlahnya ada sekitar 72 supir.
Bantuan diserahkan melalui seluruh lembaga amil zakat di Bontang. Satu orang mendapatkan Rp500 ribu, dengan rincian Rp300 ribu berupa sembako dan Rp200 ribu berupa uang tunai, yang diberikan selama 3 bulan.
"Ini merupakan bantuan dari zakat walikota dan seluruh ASN di Kota Bontang. Yang mana 2,5 persen dari gaji. Sehingga kita saling bahu membahu menolong semua yang membutuhkan," jelas Neni.
Bantuan inu tidak besar, tapi perhatian yang luar biasa. "Insha Allah kita akan selalu komit, jadi kita saling bahuemnahu, dan tidak semua dicover pusat, ini semua kerjasama yang baik," harapnya.
Neni mengingatkan supir travel untuk terus menjaga kesehatan, menggunakan masker, social distancing.
Selain itu, Neni juha meminta agar para supir travel mengirit penggunaa air PDAM, yang saat ini sudah digratiskan pemkot Bontang selama 3 bulan ke depan.
"Sejak April sudah digratiskan air PDAM, tolong kalau cuci mobil atau motor jangan pakai air ledeng (PDAM). Kita sayangi air, air sangat dibutuhkan, karena Bontang tidak ada mata air," papar Neni.
Guntolo, supir warga jalan Arif Hakim km.3 Bontang yang menerima bantuan memgaku sangat nerayukur atas bantuan sembako tersebut. Guntolo mengaku sejak Covid-19, ia jarang dapat penum0ang. Apalagi saat diberlakukan lockdown/PSBB.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan memang selama ini saya tidak pernah dapat bantuan. Bantuan ini sungguh membantu kehidupan saya, istri dan dua anak saya," papar Guntolo. (*).
Penulis. Cholisoh
Editor: Aspian Nur