Menurut Neni, mereka mencoba melakukan pemetaan kembali dan pemeriksaan ulang kepada orang yang pernah melakukan kunjungan ke Gowa, menggunakan Rapid Test.
“Dari 8 orang yang di tes dua hasilnya positif tapi hasil rapid ini bisa saja positif palsu,” tandas Neni.
Pihaknya sedang menunggu hasil swab di Surabaya. Sayangnya, di Surabaya sendiri sedang dalam kondisi kosong reagent. Sehingga masih menunggu hasil swab-nya.
Walau demikian, pihaknya tidak mau mengambil langkah gegabah. Kedua orang dinyatakan positif rapid test langsung dijemput dan dirawat di rumah sakit karena ditakutkan menularkan ke lain, bisa jadi berkumpul dengan orang lain, misal ada yang sepuh, atau memiliki penyakit bawaan.
“Saat ini kami mencoba tes cepat semuanya, khususnya yang memiliki riwayat perjalanan dari Gowa,” ujar Neni.
Sementara dr Bahauddin, menambahkan, kedua orang yang dimaksud merupakan warga Bontang yang tinggal di wilayah Tanjung Laut, Bontang Selatan dan satu diantaranya tenaga medis di Bontang, yang juga sempat ikut ke Gowa mengikuti Ijtima Asia.
“Satunya lagi adalah orang swasta dan usianya sudah di atas 50, sementara yang tenaga medis ini usianya sekitar 40 an,” jelas Bahauddin. (*)
Penulis: Cholisoh
Editor: Aspian Nur