Bupati Kutim Ismunandar terus mengimbau warga tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak melakukan aktivitas mengumpulkan banyak massa, sosial distancing dengan tetap berada di rumah.
“Kalau sudah mematuhi apa yang telah disampaikan, itu merupakan upaya untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ,” papar Ismu, Minggu (5/4/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani menjelaskan riwayat singkat perjalanan kedua orang tersebut dari New Delhi, India. Keduanya melakukan kegiatan keagamaan selama 35 hari.
"Setelah dari India, kedua orang tersebut pulang ke Indonesia pada 17 Maret dengan jalur transit Singapura selama 10 jam, dilanjut ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, lalu ke Kaltim," bebernya.
Sesampainya di Kutim, pasien yang bersangkutan langsung melaporkan diri ke SOS Sangatta dengan memakai mobil klinik dan mulai menunjukan gejala flu tapi tidak demam. Namun tetap dilakukan isolasi mandiri.
"Karena masih mengeluh flu. Sehingga bersangkutan bersama teman seperjalanannya direkomendasikan untuk ke Poli Covid-19 RSUD Kudungga," jelasnya.
Kemudian salah seorang diantaranya diputuskan menjalani rawat inap dan isolasi di rumah sakit. "Yang satu lagi isolasi mandiri karena keluhannya sangat ringan," ucapnya.
Bahrani memaparkan uji swab untuk pemeriksaan spesimen dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya telah keluar dan hasilnya ada yang positif Covid-19.
“Pasien gejala ringan dan bahkan tidak ada keluhan, tetap bisa menularkan. Karena itu perlu jaga jarak agar virus tidak menyebar. Jika yang masuk kategori ODP maupun PDP patuhi isolasinya. Batasi pergerakan sampai dinyatakan aman," tegas Bahrani.
Penulis : Zulhamri
Editor : Hendra