Karena itu untuk memutus/menghindari penyebaran Covid-19, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Kamis (26/3/2020) kemarin didampingi Dandim 0908/Bontang Letkol Arm Eko Pristiono dan Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena, melakukan aksi semprot ke ratusan mobil travel antar kota, di lokasi ‘Bontang Travel’ Jl Mayjen Panjaitan, Bontang Utara.
Puluhan mobil travel yang sedang mangkal di Bontang, usai dicuci, langsung disemprot petugas, bukan hanya itu, dalam mobilpun juga disemprot disinfektan. Hal ini dilakukan menurut Kepala Dishub Bontang Kamilan, untuk mencegah timbulnya virus corona.

“Virus Corona bisa nempel di kendaraan, bisa nempel di benda hidup dan mati. Jadi, kita lakukan penyemprotan ini hanya sifatnya sosialisasi pemerintah memberi contoh. Kewajiban ini bukan hanya pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat termasuk para sopir travel,” kata Kamilan.
Aemaksimal mungkin usaha untuk memutus penyebaran virus corona terus dilakukan, bahkan masjid-masjid mulai disemprot. “Ini servis manakala kendaraan temen-temen disemprot menjadi steril, kalau dah gitu penumpang juga merasa aman. Cairan disinfektan ini sangat gampang dan mudah dibuat dan tidak mahal, kami harap kemandirian masyarakat,” jelasnya.
Kamilan juga minta agar para spir menyiapkan hand sanitizer dan masker di dalam mobil. Sementara Boyke Karel Wattimena juga mengimbau kepada sopir travel, agar mensosialisasikan ke rekan-rekan lainnya yang tidak sempat hadir saat ini, untuk menjaga diri, kebersihan, membawa hand sanitizer juga mengenakan masker.
“Sosialisasikan ke temen lainnya. Apa yang dilakukan pemerintah untuk kebaikan kita semua jadi apa yang jadi anjuran, kita semua wajib melaksanakan. Jangan anggap enteng untuk jaga kesehatan sendiri. Gunakan masker, mungkin bisa kain yang bisa dicuci. Mohon dapat disosialisasikan,” kata Boyke.
Senada, Eko Pristiono, pandemi besar salah satunya adalah ketidakdisiplinan dan tidak nurut anjuran pemerintah, salah satu contoh anjuran social distancing, karena dengan bersalaman, ini akan menjadi penyebaran tertinggi. “Kalau kita sendiri kena tidak masalah, tapi anak istri? Kami saja setiap habis dari luar begini, sebelum masuk, lepas baju diluar rumah, ini ikhtiar usaha dahulu baru tawakal,” papar Eko Pristiono.
Dandim juga meminta agar penumpang yang mau naik travel, sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu. “Penumpang kalau mau masuk semprot dulu. Ke mana-mana kalau makan di warung upayakan steril, jangan malu, karena kalau sudah kena nggak ada gejala. Dibutuhkan kedisiplinan,” sebut Eko. (*)
Penulis: */Cholisoh
Editor: Aspian Nur
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 27 Maret 2020