“Kita harus bersyukur kepada Allah yang telah meridhoi mimpi bapak dan ibu sekalian untuk menjadi tamu-tamu Allah,” kata Neni dalam sambutannya, di hadapan calon jemaah haji dan tamu undangan.
Ia mengingatkan kepada para calon Jemaah haji yang menderita penyakit khusus, agar tetap membawa obat-obatan dan penunjang medis lain.
Demikian pula dengan obat batuk. Menurut dia semestinya dibawa para calon Jemaah haji. Sebab, pengalaman yang terjadi selama ini, ketika proses ibadah berlangsung, semua Jemaah mengalami batuk.
“Ini sebagai obat darurat. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, tidak ada jamaah haji yang tidak batuk, kecuali onta,” imbau dokter spesialis kandungan itu.
Kebugaran tubuh, juga mendapat perhatian Ketua DPD Golkar Bontang ini.
Menurutnya, kebugaran dapat terwujud dengan menjaga pasokan air minum di dalam tubuh. Agar tubuh mampu bertahan ketika diterpa cuaca terik dan terhindar dari dehidrasi. “Banyak jamaah haji yang terkena heat stroke karena kepanasan, kurang minum. Saat keasyikan ibadah lupa minum,” ucapnya.
Perlengkapan penunjang, seperti handuk hingga masker, pun dinilai barang wajib yang harus disertakan dalam perjalanan itu.
Acara pelepasan calon Jemaah haji tersebut dihadiri Wakil Walikota, Basri Rase, Sekretaris Daerah (Sekda), Artahnan, Kepala Kantor Kementerian Agama Bontang dan sejumlah pejabat lokal. Para calhaj dijadwalkan berangkat pada 1 Agustus 2017 mendatang. (kb)