Bahkan petani madu kelulut yang tergabung dalam Poktan TRS memiliki ratusan sarang budidaya madu kelulut. “Sesuai dengan intruksi Bupati Ismunandar memang Poktan TRS Sanggata Selatan diarahkan menjadi centra kampung madu kelulut, karena peluang dan prospek bisnis budidaya madu kelulut ini sangat bagus. Tinggal, mau tidaknya masyarakat kita memanfaatkan peluang bisnis ini,” imbuhnya.
Saat ini dia menghasilkan omzet diperkirakan Rp 6 juta per bulan dari sarang yang idimiliki yang sebelumnya dijual kepengepul seharga Rp 600 ribu per liter dari 10 sarang yang menghasilkan satu liter.
Untuk pemasaran madu kelulut sendiri, menurut Hadi, juga potensial, selain permintaan masyarakat lokal sendiri tinggi, belum lagi permintaan dari Samarinda dan luar pulau seperti Jawa Timur. “Per botol kemasan dengan netto 250 mililiter dihargai Rp 150 ribu, sementara untuk netto 100 mililiter Rp 65 ribu. Madu kelulut sudah dipasarkan ke luar Sangatta menjadi bukti bisnis ini punya peluang pangsa pasarnya masih terbuka lebar,” jelasnya.
Dari budidaya madu kelulut ini, setidaknya ada tiga jenis bahan yang bernilai mulai dari madu itu sendiri, bee polen dan propolis. Untuk hama dari budidaya madu kelulut ini, diantaranya burung walet, madu pejantan, madu kelulut kecil jenis lapiset, hingga semut api.
“Untuk peningkatan produksi, kami tengah membudidayakan sumber nektar makanan madu trigona itama ini yakni tanaman berbunga tanpa musim seperti karsen, bunga air mata pengantin, bunga pengantin menangis, bunga santos dan lainnya disekitar sarang budidaya madu kelulut. Hingga, mengajak masyarakat mulai melirik sektor budidaya madu kelulut ini,” paparnya.
Spesialnya madu kelulut ini punya khasiat tinggi yang baik untuk kesehatan dibandingkan dengan madu lebah biasa. Madu jenis ini dipercaya punya khasiat 4 kali dari madu lebah sehingga cocok untuk suplemen dan nutrisi keluarga.
“Madu kelulut dapat menyembuhkan batuk, mencegah diabetes, membantu kecerdasan otak, menambah nafsu makan, mencegah kanker dan menyehatkan jantung, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan luka, dan menurunkan kolesterol dan berat badan,” tandasnya.
Sebelumnya Bupati Ismunandar telah meresmikan tugu lebah kelulut sebagai ikon baru Sangatta Selatan.
Dirinya sangat mengapresiasi pada seluruh masyarakat yang mengaungkan bahwa daerah tersebut siap menjadi penghasil madu kelulut. Dirinya pun mendukung jika satu rumah, satu log (sarang) lebah madu kelulut, agar nantinya menjadi sentral madu kelulut.
“Jadi kalau kita ke Batu, Malang ada Apel, ke Labiu, Kalsel ada Itik, semua itu merupakan ikon pertanda suatu kota. Nah, jadi kalau lebah madu kelulut yang berarti Sangatta Selatan. Itulah pentingnya ikon suatu kota,” Katanya. (*)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur