Harga ayam potong berada di kisaran Rp48-Rp65 ribu/kg, naik Rp10 ribu dari harga sebelumnya sebesar Rp35-38 ribu. “Satu kilonya 48 ribu,” tutur Yeyen.
Penjualan pun dianggap menurun. Wanita berhijab ini menduga perpindahan lokasi dagang ke gedung belakang sehingga masih banyak masyarakat yang belum tahu. “Hari ini kami juga pindah ke pasar basah di belakang, jadi agak sepi,” tuturnya.
Pedagang lainnya, Nana, mengeluhkan maraknya pedagang di luar pasar yang menjual ayam dengan harga murah, sehingga diduga membuat sejumlah pelanggannya beralih. “Seandainya semua pedagang masuk ke dalam pasar, kita tidak mungkin rugi,” kata Nana.
Sementara pedagang lain menganggap hal itu sudah lumrah, seperti yang dilontarkan Nurmi. Menurutnya lonjakan harga komoditi kerap terjadi sebulan menjelang perayaan Natal dan tahun baru. “Saya nggak kaget lagi, di Sangatta itu pasti harga ngikuti musim. Kalau mau ada perayaan pastilah naik bahan pokok di pasar,” imbuh Nana.
Sementara Kepala UPT PIS Buhori mengatakan kurangnya pasokan ayam disebabkan lambannya pengiriman. Ia juga membenarkan kenaikan bahan pangan karena mendekati perayaan natal dan tahun baru 2020. “Saat ini harga daging ayam memang naik, infonya pengiriman lambat. Juga karena menjelang natal dan tahun baru,” kata Buhori. (*)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur