Seluruh peserta defile membawakan tema masing-masing, ada yang membawakan tema menolak narkoba dan AIDS, golongan darah, hingga yel-yel PMI. Menurut Neni, momentum jumbara untuk bersilaturahmi dan galang kebersamaan, mulai dari pengurus, staf pemangku hingga peserta. “Kebersamaan itu kekuatan kita untuk galang kemanusiaan, menguatkan motivasi, dedikasi untuk kita semua, agar dapat emban tugas kemanusiaan,” ujar Neni.
Ia juga sangat bangga terhadap peserta kemah jumbara, yang di kegiatannya nanti akan lakukan kegiatan abatisasi di daerah rawan. “Ini sesuai komitmen pemerintah Bontang, bahwa kita harus zero jentik demam berdarah, yakni 1 rumah 1 jumantik,” kata Neni.
Jika pesertanya ada 400 orang lebih, maka yang aka disasar akan ada sebanyak 400 rumah. “Sudah ada tiga korban yang meninggal dunia, jadi melalui PMR bisa membangun 1 rumah 1 jumantik,” ujarnya.
Neni juga meminta kepada para peserta kemah jumbara, apabila usai kegiatan kemah, saat pulang ke rumah, langsung melakukan pengecekan rumah masing-masing, apakah ada jentik-jentik nyamuk.
“Biasanya sarang-sarang nyamuk ada dimana? Tempat kotor, penampungan air, kulkas, botol-botol air, ban bekas yang ada penampungan air. Ternyata nyamuk demam berdarah paling banyak ada di indoor, karena itu saya minta pulang ke rumah nanti, cek semua rumahnya ya,” tandasnya. (*)
Penulis: */Cholisoh
Editor: Aspian Nur