Renungan suci diawali dengan pawai merah putih mengelilingi Kota Bontang. Dilanjut acara renungan dengan mematikan lampu di sekitar Kodim dan menyalakan obor yang membentuk formasi 74.
Penyalaan obor juga dilakukan untuk mengingatkanpara pahlawan. Dimana dulu belum terdapat listrik dan hanya diterangi oleh obor. Hal itu, merupakan simbol penerangan hati dalam merebut kemerdekaan ini. "Di era politik seperti ini, kami sebagai rakyat menginginkan tetap Pancasila, dan berpedoman pada Pancalisa dan UUD 1945," harapnya.
Sementara, dengan digelarnya malam renungan suci di malam kemerdekaan bisa menyatukan kembali anak bangsa khususnya Kota Bontang.
Komunitas yang turut serta sebanyak 12 komunitas motor, ada juga komunitas reggae, Adem Ayem, Oi, serta komunitas paguyuban
Kegiatan yang diberi tema "Menggenggam Merah Putih Seluruh Komunitas dan Profesi se-Kota Bontang" diawali dengan pawai merah putih mengelilingi Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Dandim 0908/BTG Letkol Arm Eko Pristiono sebagai inspektur upacara renungan suci bersyukur bahwa saat ini seluruh rakyat Indonesia bisa menghirup udara kemerdekaan. "Selamat malam Indonesia, selamat malam Bontang, Merdeka, Merdeka, Merdeka !" buka Dandim pada Jumat (16/8/2019) malam.
Dandim Eko mengucapkan terima kasih kepada BOC yang mengusung acara renungan tersebut. Acara yang diawali pawai dengan diikuti komunitas sepeda, komunitas motor, hingga komunitas mobil. "Gegap gempita mengelilingi kota Bontang dengan suka cita, merayakan kemerdekaan esok hari tepat pada 17 Agustus 2019," ujarnya.
Renungan suci yang sudah dibacakan tetap harus menjadikan hati dan tekad rakyat untuk mengibarkan bendera merah putih apapun yang terjadi di negara Indonesia. Itulah wujud rasa syukur untuk mempertahankan kemerdekaan. "Kita tidak dituntut untuk merebut kemerdekaan, atau berjuang melawan penjajah. Tetapi jika ada orang yang ingin merebut Indonesia atau penjajah yang ingin meruntuhkan Indonesia kita harus siap membela Indonesia. NKRI Harga Mati," serunya.
Masyarakat Bontang harus siap berada di depan, ketika ada yang ingin merebut Indonesia. Walaupun acara renungan suci sederhana, tapi lanjut Eko, hal itu sebagai wujud rasa bangga terhadap Kemerdekaan Indonesia. "Saya Dandim Bontang bangga kepada masyarakat yang masih memiliki jiwa merah putih," ungkapnya.
Dandim mengajak agar hati seluruh masyarakat ditetapkan pada merah putih. Perdamaian dan keamanan jadikan objek yang selalu ditegakkan di Bontang. "Masyarakat Bontang terkenal damai meskipun berbagai suku adat, agama terdapat di Bontang," ujarnya.
Penulis.cholisoh
Editor : M.Huldi