Hal ini disampaikan Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bontang (PLN UP3 Bontang) Alimuddin, kepada korankaltim.com.
Menurut Alimuddin, sudah keseluruhan warga yang tinggal di HOP Badak LNG menyatakan kesediaannya bergabung dan menjadi pelanggan PLN. “Semuanya sudah migrasi, pada dasarnya program migrasi ini sudah selesai, dan dari data kami, pemasangan meteran listrik sudah mencapai di 1.065 pelanggan, dan kondisinya pun sudah menyala semua,” kata Alimuddin.
Menurutnya, proses migrasi listrik di perumahan HOP ini awalnya cukup berat karena ada riak-riak kecil penolakan dari warga. Namun, berkat sinergi antara PLN dan manajemen Badak LNG meyakinkan warga, termasuk adanya bantuan dan mediasi yang dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang, akhirnya seluruh warga HOP 1 hingga VI bersedia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Forkopimda saat itu, kala itu pertemuan dihadiri Pak Wakil, Pak Kajari, Pak Dandim dan Kapolres, sehingga proses migrasi ini berjalan lancar, disitu kami jelaskan bahwa PLN ditugaskan oleh negara untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Ali, sapaannya.
Ia juga tak lupa menyatakan terima kasihnya kepada seluruh warga HOP yang sejak bulan Mei 2019 lalu mulai mendaftar menjadi pelanggan PLN.
Untuk diketahui, sejak kesepakatan bersama migrasi listrik, PLN UP3 Bontang kemudian menerjunkan sejumlah tim konstruksi dan penyambungan listrik untuk melaksanakan pembangunan jaringan distribusi per Juni 2019.
Pada tahap ini PLN melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan jaringan distribusi yang terdiri dari jaringan tegangan menengah (JTM) sejauh 4.1 kms, Gardu Distribusi, jaringan tegangan rendah (JTR) 3.9 kms.
“Waktu yang relatif singkat, membuat pengerjaan pun dilakukan hingga larut malam demi ketepatan waktu penyalaan listrik PLN disana. Tentunya, ini sekaligus menjadi pembuktian kepada masyarakat bahwa PLN mampu melayani masyarakat dengan optimal. Urusan listrik percayakan pada PLN”, pungkasnya.(cil)