Namun tiga bulan belakangan, laporan banyak dari pergantian water meter (WM) yang tidak berfungsi maksimal atau rusak. Dia menyebut kerusakan tersebut biasa diakibatkan usia meteran yang sudah lama.
"Pergantian meteran mencapai 38 persen," sebut Noor Hadi.
Sedangkan untuk laporan gangguan distribusi mencapai 24 persen. Gangguan tersebut meliputi air yang tidak mengalir dan debit air kecil yang disebabkan adanya perbaikan atau perawatan di bagian pengolahan serta kebocoran pipa tersier di kawasan pemukiman.
"Kami terbantu dengan adanya laporan kebocoran dari masyarakat yang mencapai 18 persen ini sehingga cepat ditindaklanjuti perbaikannya," katanya.
Koordinator Call Center Sri Ningsih menambahkan sisa laporan pelanggan lainnya 16 persen pemasangan baru. Sedangkan 4 persen laporan pindah golongan pelanggan, pemindahan WM hingga info biaya pemasangan air.
"Semoga masyarakat dapat terus memanfaatkan layanan call center kami," tambahnya.
Untuk diketahui, Layanan Call Center di PDAM Tirta Tuah Benua diaktifkan mulai September 2018 lalu. Hingga Desember total ada 567 laporan masuk ke Layanan Call Center: (0549) 2027255.
Penulis: dhedy
Editor: Muh. Huldi