“Tersendat-sendat gara-gara ada soal eksekusi lahan dan gempa Palu, sehingga mempengaruhi suplai material,” jelas Tavip.
Tavip mengaku sudah meminta PT Sasmito, segera membawa karyawan yang diperlukan, baik yang didatangkan dari Jawa atau dari lokal Bontang. “Target bulan ini sudah dua lantai dan tahun ini sudah harus selesai pembangunan,” katanya.
Hingga awal tahun 2019 ini, anggaran yang sudah keluar adalah Rp15 miliar. “Mustinya harapan kami Rp33 miliar terserap. Dan sistem pembayaran proyek ini adalah multiyears hingga 2020. Namun fisik proyek selesai pada 2019 ini,” ungkap Tavip.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam meminta pembangunan Pasar Rawa Indah ini dapat rampung di tahun 2019, sehingga perekonomian masyarakat Bontang dapat lebih berkembang. Selain itu, lanjutnya, dengan pengalaman yang dimiliki oleh PT Sasmito selaku kontraktor pihaknya optimis pasar tersebut dapat selesai tepat waktu.
Namun Rustam berharap untuk perekrutan tenaga kerja yang rencananya akan menyerap 200 tenaga kerja, porsi tenaga lokal dan luar harus mengikuti aturan perda tenaga kerja yang sudah disahkan yakni, 70:30, untuk 70 tenaga lokal dan 30 tenaga skill luar.
“Harus ikuti aturan perda. Kalau tidak kita tutup,” tandasnya. (cil)