Seperti contoh, di simpang tiga Jalan Pupuk Raya Komplek Perumahan Bukit Sekatub Damai (BSD), biasanya pengguna jalan jika dari Jalan Km 6 hendak menuju ke arah Loktuan bisa jalan lurus saat lampu merah menyala bisa jalan lurus.
Namun sejak Senin lalu (10/12) lalu, seluruh pengendara motor maupun mobil harus berhenti dahulu, tidak boleh langsung jalan lurus. Kontan aturan ini membuat warga kaget dan sempat viral di media sosial, karena polisi sempat mengamankan pengendara yang jalan terus.
Irawan mengatakan, simpang tiga tersebut awalnya memang mengikuti isyarat lampu, hal ini ditunjukkan dengan marka lurus. Dan yang utama adalah, BSD masuk sebagai kawasan tertib lalu lintas.
“Sejak Senin kemarin kami sudah lakukan sosialiasi ke masyarakat, dan ini berlaku hingga Sebatu nanti. Jadi kami masih sosialisasi, kami belum lakukan penilangan, kecuali bagi pengendara yang tidak membawa SIM,” katanya, sambil mengatakan selama 1 jam sosialisasi kurang lebih 40 sampai 50 kendaraan yang terjaring.
Pemberlakuan aturan baru ini karena ketika ada kendaraan lain dari BSD yang ingin kearah Km 6 ataupun Loktuan, sangat berbahaya apabila tidak berhenti. “Ini bisa fatal kecelakaan, karena dari arah Km 6 kendaraan melaju dengan cepat,” jelasnya. Selain di simpang BSD, Irawan juga mengatakan akan menambah rambu ikuti isyarat lampu, di pertigaan Gunung Sari dan Ir H Juanda Bukit Indah.
Diberlakukannya aturan ini tidak terlepas dari masukan dari masyarakat juga, sebab banyak kendaraan yang berhenti ketika dari arah Bukit Indah ke Ahmad Yani, karena dari arah Lengkol Tanjung Laut tidak mau berhenti dan melaju kencang.
“Ini persimpangan yang sama masalahnya, selain itu mengingat jumlah kendaraan yang makin meningkat dan kami pun sudah lakukan rekayasa lalu lintas maupun penertiban rambu-rambu yang sudah ada,” jelasnya.
Irawan mengimbau masyarakat semakin mengerti atas rambu-rambu lalu lintas yakni marka lurus dan putus-putus. “Jika mengerti marka lurus harus ikuti isyarat, jika lampu merah maka harus berhenti. Ini akan merubah mindset masyarakat yang kebiasaan tidak melihat marka jalan,” ujarnya. (cil)