Dilanjutkannya, dengan adanya berita ini terlebih rencananya mengundang kepada daerah dua belah pihak, termasuk pihak legeslatifnya, diharapkan terbenbtuk kesepahaman. “Kita tempatkan manusia duduk bersama, dan harapan kita bisa satu paham, yakni menempatkan manusianya, bukan bicara tapal batas. Saya harap begitu,” kata Agus Haris, kepada harian ini.
Ia juga berharap kepada warga Kutim dan seluruh jajaran, agar legowo. “Kita jangan bicara hak. Tapi manusianya yang sangat dekat. Itu harapan kami. Dan kebetulan warga disana memiliki KTP di Bontang. Dengan penuh harap dan kerelaan dan hati yang ikhlas, kepada pemerintah, DPRD , juga jajarannya mudah-mudahan bisa mengikhlaskan,” ungkap Agus Haris.
Andaikata, lanjutnya, di wilayah ada sumber daya alamnya, Agus meminta agar sumber daya alam itu dibawa saja, asalkan wilayah Sidrap bisa masuk Bontang. “Kalau ada SDA, silahkan ambil dan dikelola, asalkan manusianya resmi bisa masuk dan dilayani di Bontang ,” tambahnya.
Ia juga berharap, agar statemen Gubernur Kali, yang akan menyerahkan Sidrap ke Bontang, segera terwujud. “Kalau perlu kita langsung eksyen dan jemput bola,” pungkas Agus Haris. (cil)