Direktur and COO Badak LNG Gitut Yuliaskar mengatakan, filosofi logo baru yang menggambar dua mata air dengan beberapa warna yakni mencerminkan brand PT Badak NGL yang simple, modern, bersih, clean, dinamis dan professional.
“Tipografi modern dan tokoh berwana hitam melambangkan ketangguhan. Dua tetesan LNG berwarna merah artinya energi dan spririt. Sedangkan warna biru artinya inovasi dan professional, bersinergi menjadi satu kekuatan yang membangun keselarasan yang terus menerus untuk mencapai hasil yang gemilang,” kata Gitut.

Sedangkan Merah, lanjutnya, artinya energi, spirit, keberanian dan aksi. Sedangkan warna biru mencerminkan energi bersih, inovasi, profesional, teknologi tinggi, modern, stabil, kepercayaan. Dan warna hitam keutuhan kokoh dan tangguh. “Itu semua yang kita harapkan dari Badak LNG, semoga menjadi berkah bagi Badak LNG dan warga Bontang dan seluruh masyarakat Indoensia pada umumnya,” ujarnya.
Acara gowes ini merupakan rangkaian HUT Badak LNG ke-44 tahun, yang jatuh pada hari ini, Senin (26/11). Ia pun turut bahagia dna beryusuk di perayaan HUT LNG tersebut. Menurutnya, 4 tahun meruakan usia yang sangat matang dan Badak LNG ini merupakan rujukan dunia. Di usia ke-44 tahun, dilanjutkan Gitut, Badak LNG telah sering menerima berbagai penghargaan yang bergensi.
“Dengan acara gowes bersama ini, merupakan salah satu program perusahaan yakni bike to work. Bike to work ini komitmen perusahaan Badak LNG. Kami juga berkomitmen mengurangi sampah plastic, dan program pemanfaatan limbah rumahtangga yakni minyak jelantah,” katanya.
Sementara itu, Neni Moerniaeni melihat arti logo baru yang diluncurkan Badak LNG saat ini cukup luas, yakni tidak ada lagi kotak diluarnya. Menurutnya, itu mendakan jika perusahaan Badak LNG sekarang akan lepas, bebas dan semakin besar. “Yang jelas kita harus sustainable, bagaimana pabrik itu bisa berkelanjutan. Kita harapkan 48 tahun ke depan Badak LNG masih tetap ada,” kata Neni. (cil)