Ketua Baznas H Kuba Siga Lc MA mengatakan, depo ini untuk mencukupi kebutuhan air minum bagi penghuni rusunawa agar tidak perlu lagi jauh-jauh mencari air minum isi ulang.
“Kami akan langsung antar sampai depan pintu kamar rusunawa. Dan harganyapun lebih murah khusus penghuni rusunawa, satu gallon hanya 4.000, yang biasanya jika beli diluar harganya bisa sampai 6.000,” jelasnya.
Kualitas depo yang menghabiskan dana sebanyak Rp110 juta ini cukup bagus, karena ada yang menggunakan air RO (reverse osmosis), yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Hanya saja, lanjut Kuba, harganya lebih mahal, yakni Rp7.000 per galonnya.
Sementara itu, Neni mengaku sangat bangga dengan terobosan Baznas ini. “Luar biasa Baznas, dana Baznas bisa dikelola dengan baik. Ini merupakan kegiatan yang fenomenal. Silahkan terus dengan karya dan inovasinya. Saya akan terus support,” kata Neni.
Pada kesempatan itu, Neni juga mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Bontang agar selalu membayar zakat 2,5 persen dari penghasilan. Pasalnya, ia mendengar dari Baznas jika, sudah dua bulan, pegawai tidak membayar zakat.
“Padahal membeli pulsa senilai 50 ribu sebulan mampu. Ayo para pegawai mari berzakat,” kata Neni. (cil)