Diantaranya pekerja seks yang menggunakan narkoba sebanyak 3.209 orang, pengguna narkoba di jalanan dan rumah sebanyak 1.069 orang dan warga binaan rumah tahan ada 823 orang.
Tahun 2018 ini jumlah klien yang masih menjalani layanan sejak Januari 2018 ada 78 orang rawat inap, sementara yang rehabilitasi sosial ada 35 orang. Khusus dari Bontang ada 5 orang yang menjalani rehabilitasi.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengaku bangga terhadap Aslam. Karena Aslam telah berjuang membantu anak-anak keluar dari ketergantungan.
Neni juga berharap, anak-anak yang saat ini menjalani rehabilitasi di Laras, agar segera pulih dan bisa kembali ke keluarga dan masyarakat. “Semoga bisa cepat pulih dan kembali di kehidupan bersama masyarakat lainnya. Yang penting, harus ada tekad kuat untuk bisa sehat dan sembuh,” kata Neni.
Neni pun menceritakan, pengalamannya saat putranya Andi Fais mengalami kecanduan narkoba. “Setiap saat saya doa kepada Allah, Fais termasuk orang pinter dia diteriam kuliah kedokteran di Brawijaya. Tapi namanya cobaan dan Alhamdulillah kini Fais sudah benar-benar berubah dan menjadi anak yang soleh,” kata Neni.
Menurut Neni, masalah narkoba tidak saja di tempat-tempat maksiat, melainkan bisa saja hadir di rumah tangga, RT, kantor, mall bahkan sekolahan. “Sangat luar biasa sekali pengaruh narkoba ini, Sehinga menjadi tugas kita semua untuk memeranginya,” katanya.
“Kenapa Bontang komitemen bebas rokok? Karena rokok itu selangkah dengan narkoba. Termasuk ngelem, satu langkah ke depan adalah narkoba. Dengan sabu, otak kita mengeluarkan dopamine. Itu yang emnjadikan terasa enak banget, serasa semua hepi. Padahal itu hanya bertahan 12 jam setelah itu hancur,” ujar Neni.
Karena itulah Neni terus lakukan upaya menzerokan narkoba. Dengan sering digelar penyuluhan ke sekolah-sekolah. (cil)