Penanggung Jawab program HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Rika Oktora mengatakan, dalam tahun ini, terhitung hingga akhir Oktober, terdata sudah lebih dari 5000 warga yang datang memeriksakan diri, di dua puskesmas, Sangatta Utara dan Teluk Lingga.
"Kami terus menyampaikan edukasi mengenai pemeriksaan HIV/AIDS kepada warganya. Banyak diantara warga yang datang ke puskesmas sebenarnya dengan keluhan penyakit, namun ketika dilakukan tes, diketahui terjangkit HIV, jadi tidak sengaja datang untuk pemeriksaan HIV, Namun tidak sedikit juga yang memang sengaja untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini," kata Rika
Dalam setahun Dinkes Kutai Timur menargetkan, 9350 orang yang melakukan pemeriksaan, sementara untuk logistic pemeriksanaan sendiri terdata cukup. " Dukungan Pemerintah sangat serius dalam memerangi HIV, yakni dengan mengalokasikan dana yang dari APBD dan APBN, serta alokasi dana di APBD Perubahan," imbuhnya.
Data HIV penderita di Kutai Timur sendiri, diketahui dari Sistem informasi HIV/AIDS (SIHA), ada peningkatan penderita. Sejak tahun 2015 sampai sebanyak 54 orang, dan sempat mengalami penurunan di tahun 2016, namun kembali mengalami peningkatan di tahun 2017 yakni 109 orang. Untuk 2018 sampai dengan saat ini, sudah sebanyak 45 orang penderita. "Jadi hampir setiap tahunnya penderita ini meningkat," jelas Rika lagi.
Untuk mengurangi peningkatan pada penyakit menular tersebut pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pemeriksaan kepada masyarakat Kutim. Tidak hanya melakukan pemeriksaan pada masyarakat umum, sekolah dan lingkungan pemerintahan juga menjadi sasaran pemeriksaan. (*)
Penulis: Yuli
Editor: Aspian Nur