Sebelum memulai pelatihan, Reni mengajak para guru-guru untuk saling berkenalan, satu dengan lainnya. Dan Reni meminta agar setiap peserta pelatihan bisa menghapal nama-nama peserta pelatihan, mulai dari alamat hingga kehidupannya yakni jumlah anaknya, hingga hobi dan bahkan nama suaminya. Sontak para peserta ramai dan saling bertegur sapa dan mengenalkan diri masing-masing. Sehingga situasi pelatihan tampak hidup dan akrab.
Ren berharap bagaimana seluruh peserta saling bertukar informasi dan saling akrab tanpa mengetahui siapa orang itu. “Sebenarnya ini sudah masuk pelajaran tapi tidak berasa kan? Pelajaran kenal mengenal dan modal utama dalam hubungan adalah saling mengenal,” kata Reni.
Hasil dari saling mengenal akan muncul simpati, empati, keperdulian, percaya diri, keberanian, mampu mengungkapkan perasaan hingga perhatian terhadap sesama. “Bisa tidak hal ini diterapkan di Paud saat mengajar, sebab jika kita saling mengenal maka akan semakin sayang dan peduli,” jelas Reni.
Reni juga menyampaikan, menjadi guru Paud harus memiliki sifat yang sabar menghadapi anak-anak. Dan pelajaran yang paling penting adalah senyum. “Kenapa senyum? Karena salah satu yang menghadirkan kasih sayang, rezeki lahir batin. Tapi, harus senyum yang tulus dari hati, jangan hanya senyum di bibir saja,” katanya.
Menurut Reni, yang paling sering senyum dengan anak-anak, pasti paling banyak disukai anak-anak dan disayang, dan dengan senyum tubuh jadi rileks,” ujarnya.
Terpisah, Kadis Pendidikan Kota Bontang Ahmad Suharto sangat mendukung acara ini. “Kegiatan ini langsung arahan Wali Kota Bontang, yang dirangkaikan slogan Bontang JAGO-Juara Aktif Global Optimis,” kata Ahmad Suharto.
Tujuan diselenggarakan pelatihan ini, ditambahakn Ahmad Suharto adalah, membentuk pribadi guru teladan, membentuk guru lebih mengenalkan kekuatan dan kelemahan diri atas potensi serta membentuk inspirasi. (cil)