Dari pantauan media ini, Guntung merupakan wilayah yang paling parah terendam banjir, namun di 18 RT yang tersebar sudah surut. Menurut LPM Guntung rahmad, air mulai surut pada malam hari. Hanya saja, beberapa warga was-was apabila turun hujan lagi karena kuatir akan banjir lagi.
“Alhamdulillah air berangsur-angsur surut sejak tadi malam (Selasa), dan sekarang sudah normal dan aman,” kata Rahmad.
Seperti diberitakan, Walikota Bontang neni Moerniaeni, mulai pukul 07.30 WITA sudah meluncur ke Guntung, wilayah yang menjadi buffer zone perusahaan Pupuk Kaltim, yang terparah terkena musibah banjir kali ini hingga 60 cm atau sepinggul orang dewasa.
Bersama Pj Sekda Kutim Agus Amir, Kadis PU Tavip Nugraha, Kadis Kesehatan dr Bahauddin dan Kadinsos Safa Muha, Neni menggunakan kapal skoci dari BPBD Bontang, berkeliling dari RT satu ke RT lainnya, sembari membagi-bagikan nasi bungkus ke warga Guntung yang rumahnya terendam banjir.
Dari data yang dihimpun LPM Guntung, ada sebanyak 602 Kepala Keluarga (KK) dari 18 RT yang terendam banjir. Dan korban merasakan air mulai naik sekitar pukul 03.00 WITA, Selasa subuh. Usai diguyur hujan yang cukup deras.
Dikatakan LPM Guntung Rahmad, waktu hujan pada Senin, banjir belum terlihat. Dan pada subuh sekitar pukul 03.00 WITA air mulai naik sampai setinggi 60 cm, dan merendam sebanyak 18 RT di Guntung atau sebanyak 602 KK. (cil)