“Bronkhitis cukup tinggi, memang akibatnya bisa ke saluranan nafas dan sangat berbahaya,” ujarnya, saat diwawancarai, belum lama ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu gejala yang sering muncul adalah batuk dan meningkatnya produksi mukus atau lendir. Biasanya, lendir yang keluar bisa bewarna jernih, kuning, hijau, atau bercampur darah. Pasien juga mengalami kesulitan dalam bernapas, dan ketidaknyamanan pada daerah dada, gejala tersebut tidak hanya terjadi pada bronkhitis akut maupun kronis.
“Penyakit di bronkus ini dari tukak lambung. Jika kebanyakan nikotin, maka itu merusak ke silia. Kemudian bisa infeksi dan semakin parah menjadi itis. Jadilah bronkhitis,” jelasnya.
Ia mengimbau pada masyarakat Kutim agar mengurangi atau berhenti merokok. Mengingat penyakit terus meningkat karena disebabkan rokok.
“Namanya rokok, termasuk keluarga pra sejahtera yang sudah ketergantungan pun rela kehabisan uang gaji yang penting bisa merokok. Coba saja dibelikan susu anak, lebih bermanfaat,” kata Bahrani.
Ia mengeluhkan sulitnya menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Menurutnya, selalu ada alasan dari masyarakat, terlebih akses masuknya rokok di Kutim cukup mudah. Ditambah masih banyaknya rokok yang tidak berpita cukai yang masih banyak terjual. (yul)