Seorang pengelola bernama Rahman (38) menuturkan tujuan dirinya dan warga sekitar mendirikan bangunan atau pondok untuk sekadar beristirahat. Tempat itu dibangun diatas perairan yang dijuluki laut alien. “Awalnya kami jalan-jalan ke sini, tapi tidak ada tempat, sehingga kami berinisiatif untuk membuat pondok,” terangnya.
Gazebo tersebut awalnya hanya berukuran 4 x 4 meter, kemudian pada 2018 ini, dirinya mengatakan adanya penambahan dua pondok baru yang dibangun, untuk memikat daya masyarakat supaya mau berkunjung. “Saya lihat potensi terumbu karang dan ikan yang melimpah. Saya ingin tempat seperti ini menjadi kunjungan baru di Sangatta. Sampai saya bangun lagi tiga pondok agar pendatang tertarik,” katanya.
Menempuh jarak sekira kurang lebih lima kilo meter dari Muara Sungai Bendera Sangatta Utara, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan hutan mangrove. Menurutnya, hal ini menjadi pemikat yang bisa mengundang wisatawan dari manapun.
Hanya dengan merogoh kocek Rp250 ribu, pengunjung sudah bisa menyewa pondok dan Rp250 ribu untuk membayar transportasi menuju laut, menggunakan kapal.
Kelebihan lain dari tempat ini, pengunjung dapat pula menikmati pemandangan penyu dan lumba-lumba sebagai biota yang hidup di wilayah tersebut.
Seorang pengunjung bernama Fitriani merasa puas saat berlibur ke lokasi tersebut. Tidak hanya tempat yang indah dan belum terjamah, tempat inipun mudah diakses hanya dengan satu kali menumpang kapal. “Daripada saya harus ke kota, hanya melihat gedung saja, mending kesini, tempatnya bagus dan sangat memanjakan mata,” terangnya. (Yul)