Salah satu warga setempat, Ipan menceritakan pertama kali melihat kobaran api dari toko mebel kemudian merambat ke toko lainnya, dirinya panikpun dan berteriak kebakaran, melihat kobaran api yang cukup besar, dirinya langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran dan mengabarkan pada warga sekitar untuk bantu pemadaman. Karena pemilik toko tidak di tempat dan akses masuk ke dalam toko juga tidak ada. “PMK datang sekitar pukul 23.30 wita. Tapi saat itu api sudah membesar dan menjalar ke bangunan toko di sebelahnya,” ujar Ipan.
Alhasil atas kejadian tersebut, api berhasil menghanguskan tiga unit toko dan satu unit rumah barakan, milik alm H Nur. dalam peristiwa tersebut. Satu penghuni kos dikabarkan hilang. “Tokonya sudah tutup. Tidak ada orang di dalam. Kami mau coba buka juga tidak bisa,” ucap Ipan.
Menurut informasi yang di himpun, penghuni kos yang dikabarkan hilang dalam peristiwa tersebut, berusia 40 tahun dan berkebutuhan khusus. Ia diduga melarikan diri saat melihat api. “Posisinya dia di dalam kos di lantai atas, sementara api berasal dari atas plafon, dia kabur dan sampai sekarang belum ditemukan,”ujarnya.
Terpisah, Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan kepolisian di lokasi kejadian. Mengamankan dan memasang garis polisi. Untuk selanjutnya dilakukan olah TKP setelah lokasi kebakaran dingin. “Kami masih melakukan olah TKP apa penyebab kebakaran itu,” ujar Teddy.
Sementara soal kerugian materil, diduga mencapai Rp 1,5 miliar. (Yul)