Awalnya rombongan komisi 3 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bontang Nursalam, mendatangi Masjid As-Salam yang terletak di Kelurahan Berbas Pantai. Disini ia meminta penjelasan terkait progress pembangunan sarana peribadatan yang menggunakan dana APBD Kota Bontang tahun 2018 sebesar Rp1,7 miliar.
Kontraktor pelaksana yakni CV Buana Dwi Persada, Busman menjelaskan, saat ini progress pembangunan masjid telah 67 persen dan ditarget selesai pada tanggal 4 Desember mendatang.
“Progrees sekarang sudah masuk 67 persen, saat ini pengerjaan tinggal pemasangan kubah masjid dan dinding,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang, Aspul menyampaikan, pagu anggaran proyek ini sebelumnya sebesar Rp2 miliar.
“Pagu dana awalnya Rp2 miliar, dan dari ahsil tawar akhirnya jatuh di angka Rp1,7 miliar,” jelasnya. Pembangunannya, sambung Aspul, tidak meliputi pemasangan keramik lantai dan pengecatan, termasuk tempat wudhu dan drainase.
Mengetahui hal tersebut, Komisi 3 DPRD pun menyayangkan proses lelang yang tidak memasukkan pengerjaan pemasangan keramik lantai dan pengecatan. Meski demikian, DPRD meminta agar seluruh pengerjaan yang menghabiskan dana Rp1,7 miliar ini tepat waktu.
“Namanya tempat ibadah itu dipakai untuk sujud, lantas kenapa tidak dimasukkan untuk item keramik. Bagaimana mau ibadah,” keluh Nursalam.
Setelah itu, Rombongan melanjutkan kunjungan ke pembangunan Masjid Nurul Ittihad, yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pada kesempatan ini, Rustam, menyebutkan pembangunan masjid ini telah dua kali mendapatkan kucuran APBD Bontang yang mencapai Rp6 miliar. Kali ini Pemkot Bontang kembali mengucurkan dana sebesar Rp1,2 miliar, untuk pengecoran lantai 2 masjid.
Takmir Masjid Nurul Ittihad, Akmad Basuki, mengaku pihaknya juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta untuk pengecoran lantai 2 tersebut. uang sebesar itu dihimpun dari sumbangan warga, mengingat anggaran Rp1,2 miliar dari Pemkot tidak mampu mengcover seluruh bangunan yang ada.
“Alhamdulillah ada dana umat disini sebesar Rp250 juta, yang kami gunakan untuk menambah pengecoran lantai 2 karena jika tidak diteruskan maka akan bocor,” ujar Akmad Basuki. Progress pengecoran masjid dengan anggaran Rp1,2 miliar ini telah mencapai angka 97 persen, dan kini hanya tersisa pemasangan kubah masjid.
Sementara untuk progress pembangunan seluruh masjid, Akmad Basuki menargetkan masih akan membutuhkan dana sebesar Rp4 miliar dan ditarget pembangunan masjid dapat selesai pada 2020 mendatang. (cil)