“Kami mendalami bagaimana pola kerjasama antara Pertagas dengan operator, karena nanti BUMD dipersiapkan sebagai operator berikutnya,” kata Direktur Utama (Dirut) BUMD Samarindam Khairul Fadly.
Dilanjutkannya, khusus di Bontang polanya adalah diserahkan atau dikelola penuh oleh PT BME. Sementara untuk Samarinda, lanjutnya, hanya ditunjuk sebagai operator.
Sebab saat ini, lanjut Fadly, pihaknya sangat terbatas ilmu dan ketarampilan. “Sejujurnya saya belum tahu polanya seperti apa, karena tiap BUMD kota beda-beda pola kerjasamannya, antara Pertagas dengan operator daerah,” tuturnya.
Fadly juga menjelaskan jika jargas di Samarinda ditargetkan bisa running pada awal 2019. “InsyaAllah akhir tahun ini jaringan sudah dirampungkan, dan kemungkinan jargas bisa dinikmati warga pada awal 2019,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Bontang Migas Energi (BME) Bontang Kasmiran Rais, menyambut baik kunjungan kerja yang dlakukan BUMD Samarinda ini, yang didampingi staf dari Pemkot Samarinda bagian Perekonomian dan SDA.
Sebelumnya, dari Kabupaten Pelelawangan pun sudah kunjungan kerja ke BME. “Dari PPU juga mau kesini, dan mereka sudah menghubungi kami, karena disana akan dibangun sebenyak 4.500 sambungan rumah,” ujar Kasmiran.
Dikatakan Kasmiran, kunjungan yang dilakukan BUMD Samarinda tidak lain untuk belajar bagaimana cara mengelola jaringan gas ke masyarakat. “Tadi sudah saya jelaskan sistem kerjasama yang kami lakukan dengan Pertagas Niaga, karena masing-masing BUMD berbeda-beda sistemnya, ada yang operator saja, semua biaya ditanggung oleh Pertagas Niaga, ada juga yang dikelola sepenuhnya,” ujarnya. (cil)