“Tugas kami di Palu membantu satwa yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami disana, melalui upaya pemberiam pakan, penyelamatan hingga evakuasi jika diperlukan,” kata Daniek, Minggu (14/10), kemarin.
Sejauh ini tim Animals Warrior telah memberi makan satwa terhadap 250 ekor kucing dan anjing di area Petobo, Balaroa, Donggala dan seputaran pantai Talise.
“Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pagi hingga sore dengan menyisir area terdampak bencana. Area ini adalah terdampak parah dari gempa dan tsunami. Pemilik satwa mengungsi dan banyak satwa ditinggal tanpa pakan dan minum yang cukup. Kami setiap harinya memberi pakan satwa (feeding) kurang lebih sebanyak 200-250 untuk anjing dan kucing,” jelasnya.
Agar feeding ini lebih efektif, lanjut Daniek, suplai pakan dibagikan secara langsung per-blok area. Selain itu, terhitung sejak tanggal 3 Oktober 2018, tim juga membantu perawatan satwa sitaan di kantor BKSDA Sulteng, yang juga terdampak bencana.
“Di kantor itu ada 19 satwa seperti burung kakatua jambul kuning, Kakaktua Maluku, Nuri Kepala Hitam, Nuri Bayan, Maleo dan burung elang, serta buaya” katanya. Banyak staff BKSDA Sulteng yang terdampak bencana, sehingga mereka mencoba membantu perawatan satwa di lokasi kantor BKSDA.
“Selain itu kami juga mendapatkan laporan adanya 4 monyet Tongkeana yang di pelihara di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Kapopo, Kabupaten Sigli. Dilokasi ini tim memberi pakan berupa buah segar bagi monyet dan pemberian suplai air dalam kandang. Harapan kami ketika bencana terjadi penanganan satwa terdampak bencana juga menjadi fokus bersama dan penting. Karena mereka juga korban dan juga makhluk hidup,” ujarnya.
Untuk pemberian pakan sendiri, lanjut Daniek, mereka mendapatkan bantuan dari IFAW dan juga donasi dari masyarakat. “Kita membuka donasi berupa pakan satwa, baik basah maupun kering, juga membuka relawan untuk terlibat dalam kegiatan ini. Dan saat ini kami dibantu relawan COP untuk bekerja langsung disini,” ujar Daniek, melalui pesan singkatnya.
Untuk relawan sendiri, tim pertama terdiri dari 2 orang untuk assement dan tim susulan ada 4 orang, sehingga total jumlah tim yang menjadi animal warrior ada 6 orang.
“Saat ini tim masih di Palu walau tanggap bencana sudah usai. Karena kami masih terus lakukan pnedampingan untuk hewan-hewan terdampak gempa, tsunami dan lumpur,” pungkas Daniek. (cil)