RSUD Ratu Aji Putri Botung masih membutuhkan tambahan daya listrik menjadi 1,1 megawatt agar dapat mengoperasionalkan peralatan dan ruangan pelayanan medis.
“Penambahan daya listrik harus jadi program prioritas yang diusulkan Rumah Sakit Umum Daerah RAPB pada anggaran 2019,” ungkap Sekretaris Daerah Pemkab PPU, Tohar, Kamis (11/10) kemarin.
Lanjutnya, rencana penambahan daya listrik sempat disuarakan oleh manajemen RSUD Ratu Aji Putri Botung sebanyak dua kali, namun tidak diakomidir oleh pemerintah daerah.
Usulan penambahan daya listrik pertama diajukan pada APBD Perubahan 2017, tetapi terkendala ketersediaan daya listrik PT PLN (Persero) Ranting Petung yang masih minim.
Kemudian kembali diusulkan pada APBD 2018, namun dirasionalisasi tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sebab kondisi anggaran sedang mengalami defisit. “Saat itu daya PLN yang tersedia tidak mencukupi. Sekarang PLN sudah surplus, tapi sekarang mengalami keterbatasan dana,” bebernya.
Penambahan daya listrik 1,1 megawatt (MW) membutuhkan anggaran sebesar Rp 2 miliar karena biaya instalasi dan trapo cukup mahal. (wn)