Ya, kepengurusan IPEIB yang baru dilantik langsung Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara, pada Jumat (5/10) malam lalu.
Ketua Umum IPEIB Wiryo Budi Winasis mengatakan, keberadaan IPEIB baru seumur jagung oleh karena itu mereka ingin berharap aka nada pelatihan-pelatihan. “Terus terang tenaga kerja kami sangat diakui di tempat lain diluar Bontang. Apalagi kami pernah keluar Bontang bahkan kerja diluar negeri, dan di luar negeri mayoritas tenaga elektrical instrumen adalah tenaga Bontang. Hanya saja, dalam persaingan tenaga sekarang kami bisa dikata kalah selangkah dengan yang lain, karena kami belum punya sertifikat. Jadi mohon dibantu kesana,” katanya.
“Kami mohon perusahaan-peruashaan di Bontang termasuk pemerintah juga Disnaker, jika kami ajukan proposal pelatihan training sertifikasi mohon difasilitasi. Kami juga akan menggelar seminar dan memohon Kesbangpol untuk dijembatani,” sambung Wiryo.
Menanggapi hal tersebut Basri Rase membenarkan jika era saat ini, pekerja harus dilengkapi dengan sertifikasi, khususnya sertifikasi migas. “Saat ini bagaimanapun handalnya seorang pekerja, jika tidak memiliki sertifikasi maka akan sulit mencari pekerjaan,” ujar Basri.
Untuk itu, ia akan coba membuka jalan ke stake holder yang ada di Bontang. Selain itu, IPEIB juga bisa dijadikan wadah untuk saling tukar informasi. “Saya akan bantu ke beberapa perusahaan, untuk CSR nya agar dibuka pelatihan sertifikasi bagi tenaga electrical dan instrument,” ujarnya.
Bagi Basri, keahlian instrument dan electrical sangat dibutuhkan di dunia usaha. “Orang bikin apa saja, pasti ada tenaga instrument dan elektricalnya, dan jujur saya katakan tenaga kerja Bontang sudah terkenal diluar negeri, intinya man power Bontang, seperti welder, electrical dan instrument itu it’s the best lah,” katanya. Karena itu Basri marah besar apabila ada perusahaan yang memandang sebelah mata tenaga kerja Bontang. (cil)