Usai mengunjungi keempat lansia tesebut, Neni Moerniaeni, memuji keihlasan kerja tim dari Yayasan Pandu Qolbu, yang membina para lansia di Bontang, yang hampir seluruhnya dalam kondisi bedridden, atau dalam kondiai yang sudah tidak bisa mandiri, seperti makanpun garus disuapin dan lainnya.
“Alhamdulillah dengan kerja ikhlas yayasan pandu qolby, ada 40 orang lansia di Bontang ini telah diperhatikan, baik bantuan kebutuhan sembako juga layanan penjangkau,” kata Neni.
Sementara itu Ketua Yayasan Pandu Qolby Suratmi, menjelaskan, kegiatan home care lansia yayasannya, dibantu dari dana dekonsentrasi Kementrian Sosial RI, melalui Dinsos Provinsi Kaltim.
“Rasio pendamping 1 dampingi 5 lansia. Penerima manfaat menyebar. Terbanyak di wilayah Tanjung Laut Indah, Tanjung Laut, Berbas Tengah, Gunung Elai, Bontang Baru dan Satimpo,” kata Suratmi.
Untuk kunjungan ke para lansia dikatakan Suratmi, ada 40 kali kunjungan. Setiap kunjungan membawa permakanan senilai Rp30 ribu. “Kami ada 8 pendamping, diantaranya Tri lelonowati, Sutaji, Ratna olviyani, Tera Juniar Sonara, Fitri Kusuma Wardani, Bintang Andi Sari Ratni, Nurhasanah dan Nurul Aiza.,” jelasnya.
Dijelaskan Suratmi, anggaran dari Kemensos melalui dinsos Provinsi, untuk permakanan ningiisan lansia adalah Rp48 juta, dan anggaran operasional Rp 6 juta. “Kegiatan dimulai 24 Agustus 2018 sampai dengan 23 November 2018. Dan tim kami turun kelapangan tiap Jumat; Sabtu dan Minggu,” katanya.
Adapun syarat penerima manfaat, dijelaskan Suratmi, lansia yang usianya sudah 60 tahun ke atas namun prioritas 70 tahun, dan kondisinya miskin serta sakit sakitan. “Home care intinya perawatan sosial dan pendampingan aksesibilitas kebuthan dasar klien,” pungkasnya. (cil)