Dalam rapat yang dipimpin Amaliyos, selaku Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi, dan Nonkonvensional Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenko Maritim, Torindo mendapat berbagai keluhan dari BUMD pengelola jargas.
Seperti yang disampaikan PT Bontang Migas Energi (BME), ada beberapa pengerjaan di Kelurahan Satimpo dan Kanaan mengalami kerusakan, dam bahkan ada yang terindikasi kebocoran. Selain itu juga bermasalah dalam hal tertemper, dimana kompor tiba-tiba mati akibat gas tidak mengalir.
“Bekas galian juga belum semuanya ditutup. Meteran juga ada yang dipasang tinggi hampir sampai atap,” kata Direktur PT BME Kasmiran Rais.
Menurutnya, beberapa kerusakan harus ditanggulangi sendiri. Padahal itu merupakan tugas Torindo. “Tapi masyarakat tahunya kami (yang bertanggung jawab). Ujung-ujungnya pemerintah kota juga yang dirugikan,” terangnya.
Dalam rapat itu, Kasmiran menuturkan bahwa pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan Torindo. Tapi tidak mendapat kejelasan. “Tidak ada action dari mereka,” sesalnya.
Bukan di Bontang saja, Torindo dinilai buruk dalam hal komunikasi. Di Prabumulih, Sumatra Selatan, pun demikian. “Kami bukan minta untuk dihargai, tapi di bawah (tanah) banyak pipa gas. Jangan sampai salah pasang. Galiannya juga tolong sesuai spesifikasi. Jangan hanya ditimbun,” kata Azhari, direktur Petro Prabu, perusahaan daerah yang mengelola jargas di Prabumulih.
Di tempat yang sama, Direktur PT Torindo Utama Sakti Agus Tori Saleh, mengaku apa yang dikatakan BME sudah benar. “Tapi tidak semuanya benar. Kalau meteran itu memang harus dua meter dari permukaan. Itu tertuang dalam dokumen,” terangnya. Dia memastikan sebelum penyerahan pekerjaan, pihaknya sudah merampungkan seluruh permasalahan.
Sementara, Amaliyos mengatakan bahwa Kemenko Maritim akan memfasilitasi kembali rapat koordinasi. Sehingga seluruh permasalahan beres. “Fokus pada penyelesaian. Bukan siapa yang salah,” tuturnya.
Dan rencananya Kamis depan pihak PT Torindo bersama Pertagas Niaga juga dari Kemenko Maritim, akan ke Bontang, memantau langsung kondisi di Bontang. (cil)