Semua persiapan dan kesiapan serta penanganan karhutla
terintegrasi dan dikontrol di Situation Room baik di pemukiman maupun di daerah
hutan dan lahan. Bupati Kutai Timur Ismunandar menjelaskan, ada tiga konsep
yang digunakan dalam penanganan Karhutla yaitu melakukan pembasahan di lahan
gambut, penggunaan teknologi modifikasi cuaca, dan operasi darat yang
difokuskan di setiap desa yang rawan karhutla. Bupati juga meminta agar
disetiap kecamatan agar segera memiliki pompa punggung.
"Tahun 2015 lalu pernah terjadi Karhutla, saat itu saya
masih menjabat sebagai Sekda, dulu itu memang penanganan terlambat, tapi
Alhamdulillah setelah tahun 2016 dan seterusnya kami terus tingkatkan
kesiapsiagaan karhutla", imbuh Ismu pada apel Kahultla di Kantor Bupati
Kutim, Bukit pelangi pada Senin (10/9/2018) pagi tadi.
Suhu panas dan angin berkontribusi terhadap kebakaran hutan,
tetapi aktivitas manusia yang paling dominan menyebabkan kebakaran. Apalagi
masyarakat yang tinggal di pedalaman
masih mengandalkan hasil pertanian. Mereka tidak punya alat modern untuk
memudahkan membuka lahan selain dibakar.
Karena itu Ismunandar
menekankan pentingnya penegakan hukum kepada setiap pihak yang terbukti
melakukan pembakaran sebagai efek jera."Harus diberikan efek jera bagi
oknum yang terbukti melanggar,"
tegasnya. (*)
Penulis Yuli.
Editor: Aspian Nur