Gasing misalnya, permainan itu sudah mulai dilupakan. Padahal permainan yang sangat asik ini dulunya tidak hanya digemari oleh anak-anak saja, namun melainkan para orang tua juga sangat menyukainya. Namun seiring perkembangan zaman permainan tersebut juga kalah dengan media sosial.
Salah satu komunitas gasing di Sangatta berusaha membangkitkan kembali permainan tradisional tersebut, yaitu Komunitas Begasing Sangatta. Mereka mencoba mengangkat kembali tradisi dan mengenalkan permainan tersebut kepada anak-anak sekarang menjadi salah satu tujuannya terbentuknya komunitas yang berdiri sejak tahun 2016 lalu.
Menurut Riduan, salah satu anggota komunitas Gasing Sangatta, antusias masyarakat baik anak-anak dan orang tua mulai tertarik dengan permainan tersebut. Hal itu terlihat banyaknya yang datang pada saat mereka memainkan gasing di Lapangan STQ, Sangatta Utara.
“Banyak warga sini kalau lewat ada yang ikut memainkannya, ada juga anak anak kecil yang ingin bermain memutar gasing ini,” ujarnya.
Cara memainkannya pun cukup asik, dengan melilitkan tali di bagian gasing kemudian dilempar dan ditarik, maka gasing tersebut akan berputar. Mereka memutar gasing secara bersamaan, gasing yang paling lama berputar itulah pemenangnya, permainan itu namanya Beturai.
Anggota komunitas berharap masyarakat Sangatta dapat membantu melestarikan kembali permainan tradisional tersebut, agar anak keturunan mengenal permainan tersebut. (yul1116)