Untuk itu, Ismunandar meng-ingatkan untuk saling menahan diri, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial (medsos) maupun televisi, yang menurutnya bersifat menyebarkan kebencian.
“Saya lihat mendekati pesta demokrasi ini, banyak sekali keributan di medsos. Jangan sampai ada yang saling mengadu domba. Mari jaga institusi kita bersama,” ujarnya saat menyampaikan arahan dalam rakor PAD, di Gedung Serba Guna, belum lama ini.
Ismunandar mengajak seluruh pegawainya untuk tetap tertib dan fokus mengurus pekerjaan, terlebih masing-masing OPD, agar tidak terpecah dan lebih fokus. Ia ingin ASN tidak memikirkan partai politik, baginya pegawai negeri tinggal mencoblos saja.
“Jika ada masalah jangan diumbar-umbar, sebaik dikoordinasikan. Mari jaga keadaan agar tetap damai,” tegas Ismu, sapaan akrabnya.
Terpenting pemerintahan sekarang harus didukung sampai masa kerja selesai. Ismu menuturkan kepala desa, hingga gubernur merupakan satu garis lurus dengan pemerintah. Sudah sangat jelas, sambungnya, garis komando merupakan hal pasti yang harus ditaati dalam kinerja.
“Siapapun presidennya saat ini maupun nanti, ya kalau ASN jelas terikat dan harus mengikuti aturan, berbeda dengan LSM, baru tidak terikat,” tandasnya. (yul1116)