Menurut Sekjen FASI, Heriansyah Masdar, memilih Sekrat sebagai area berlatih paralayang lantaran memiliki gunung dengan ketinggian yang cukup, selain itu setelah berlatih mereka dapat menikmati panorama yang indah.
"Sekrat kami pilih, pertama memiliki gunung dengan ketianggian yang cukup dan arah angin yang pas (headwind). Yang kedua berada di desa yang memiliki aneka potenai wisata yang layak untuk dikunjungi," jelasnya.
Menurut Heri, tempat wisata tersebut sangat banyak dilirik oleh wisatawan dari luar, namun sayangnya jalan menuju lokasi cukup sulit. Pasalnya untuk menuju kesana pihaknya terpaksa melintasi jalan yang berbatu runcing. Belum lagi untuk naik ke atas gunung.
"Lokasinya strategis dijadikan tempat berlatih dan wisata, namun masih dibutuhkan pembenahan infrastruktur untuk memudahkan para atlet naik turun,"ujarnya.
Meskipun begitu, mereka tak patah semangat untuk berlatih menghadapi Pekan Olah Raga Nasional pada 2020 mendatang.
Ia berharap tahun ini ada dukungan lagi dari pemerintah dan stakeholder memperbaiki jalan, Peralatam danSertifikasi untuk atlet yunior.
"Saat ini kita sudah cetak dua anak muda Kutim yang siap sertifikasi, namun saat ini kami masih terkendala peralatan terbang, kami hanya punya 4 set untuk 2 kategori, jadi saat ini kami memakai masih bergantian,"ujarnya
Penulis: Yuli
Editor: Firman Hidayat